From Nu Mountain with Love
Genap Sudah 7 Bulan, 2 Minggu, 4 Hari, kita telah mengarungi jalannya kehidupan bersama, bersama namun belum Bersama. Sekira 7 tahun lalu aku bertemu denganmu dalam satu Institusi yg bersama kita cintai. Entah mengapa, semenjak pertama mengenalmu aku malu, malu akan sosok kecantikanmu, malu dengan kerendahan hatimu, Seakan Tuhan memberikan isyarat padaku, “ini lah, Perempuanmu!!”. Namun, sungguh, tak pernah berfikir dan membayangkan sedikitpun untuk mendudukanmu pada tempat terindah di hatiku, waktu itu.
Setelah lama terpisah, kita akhirnya dipertemukan kembali dalam suatu kesempatan yg sangat indah. Seraya bercanda di balik senyumu terlihat jelas kedamaian dan ketentraman hati yg begitu menakjubkan. Sebuah karya Tuhan yg Mahaa Agung. Aku luluh, Aku mengaku luluh.
Butuh waktu yg tidak sebentar untuk meyakinakan kebenaran cinta ini. Kesabaran, suka, duka, menit demi menit, hari demi hari, seolah, mereka turut menemaniku dalam membuktikan betapa besar perasaan ini untukmu. Mereka tau, jalan yg ku tempuh yakni untuk meluluhkan hatimu adalah hal yg begitu panjang, penuh dengan godaan-godaan yg hampir menelantarkan niat ini. Namun di balik semua itu, engkau berhasil mengajarkan banyak tentang arti kata Mencintai, mencintai yg sebenar-benarnya mencintai.
Sekarang, semuanya telah berlalu, perempuan itu sudah berada dalam pelukku. penantian panjang akhirnya menemukan titik perhentian untuk berlabuh, sebuah komitmen telah menyatukan kita. Awal yg indah untuk menjajaki kehidupan bersama. Aku tidak ingin kehilanganmu sayang, terima kasih sudah mencintaiku, sudah mau duduk di tempat terindah dalam hatiku.
Kelak, bila Tuhan masih berkenan memberi kesempatan kita bersama, Aku ingin engkau tahu engkau adalah wanita terakhir dalam hidupku. Aku ingin meniti hidup ini lebih jauh lagi denganmu, bersama menjalin sebuah komitmen yg lebih serius untuk menyempurnakan separuh Sunnah-Nya sebagaimana di tetapkan oleh Agama kita. Aku ingin menikmati bunga suka dan duka dalam kebun rumah tangga yg kita bangun bersama. Aku ingin itu semua, hanya dengan, dan bersamu.
—
dari meja Nasrul, 2012
Posted from WordPress for Android
Awwww….! Envy maksimal sama mba henni…
you’re the luckiest girl on earth, mba… β₯
mas ini rekk.. so sweetnya meruntuhkan jiwa raga..
wishing for the best for you both π β₯
Amin..
alhamdulilah yah, siswanto..
preeetttt
hiks.. biasane wong sirik iku = mupeng π
so swit rek… tak share nang fb oleh ga..? π
gpp, poko’e ojo di sandingno neng sebelahe iklan sedot wc
Co cwit